Pages

Jumat, 26 April 2013

Soal-soal Laju Reaksi


LAJU REAKSI
II. Essay
1.  Apakah yang dimaksud dengan laju reaksi bila dikaitkan dengan
a.  Keadaan zat reaktan ?
b.  Keadaan zat hasil reaksi ?

Jawab :
a)  Laju reaksi adalah laju berkurangnya konsentrasi pereaksi tiap satuan waktu
b)  Laju reaksi adalah laju bertambahnya konsentrasi produk tiap satuan waktu

2.  Apakah yang dimaksud laju reaksi tingkat nol ?

Jawab : reaksi berorde nol artinya laju reaksi tidak dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi reaktan (pereaksi)

3.  Jika terdapat reaksi :
     A (g) + 2B (g) à AB2 (g)
Tuliskan rumus laju reaksi (v) yang mungkin !

Jawab : rumus laju reaksi (v) yang mungkin adalah v = k [A] [B]2

4.  Sebutkan tiga cara untuk mempercepat reaksi antara zink dengan larutan asam sulfat !

Jawab : Zn (s) + H2SO4 (aq) à ZnSO4 (aq) +H2 (g)
a.  Memperbanyak dan memperkecil ukuran Zn
b.  Memanaskan asam
c.  Menambah larutan CuSO4
d.  Memisahkan H2

5.  Dalam volum 10 L pada suhu tertentu, 0,2 mol gas N2O4 terurai sehingga menjadi gas NO dan gas O2 menurut reaksi :
     N2O4 (g) à 2NO (g) + O2 (g)
Jika dalam waktu 5 detik dalam ruang tersebut terbentuk 0,4 mol gas NO, tentukan laju reaksi dari persamaan diatas !



Jawab :      N2O4 (g) à 2NO (g) + O2 (g)
Mula-mula    0,2 mol
Reaksi
Sisa                  0,4 mol

V N2O4 = konsentrasi N2O4                  konsentrasi N2O4 = 0,2 mol = 0,02 M
           Waktu                                   10 L
V N2O4 = 0,02 M = 0,004 M/s
         5 s


6.  Diketahui reaksi :
     A (g) + B (g) à C (g)
Jika laju pembentukan C adalah 4,8 x 10-3 M/s, berapa laju reaksi terhadap A ?

Jawab : v C = 4,8 x 10-3 M/s maka v A = 4,8 x 10-3 M/s
       Karena perbandingan koefisien = perbandingan laju reaksi

7.  Buatlah diagram laju reaksi :
     2NO (g) + O2 (g) à N2O4 (g)

Jawab :  orde NO adalah 1 dan orde O2 adalah 0. Sehingga, orde totalnya menjadi 1
http://1.bp.blogspot.com/_Wq8MvYVfPho/SzyBC7m_19I/AAAAAAAAAic/6h3a8yA-eCM/s320/orde1.gif





8.  Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi !

Jawab : faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi :
a)  Konsentrasi pereaksi. Apabila konsentrasi besar, maka makin banyak partikel yang bertabrakan. Sehingga makin besar potensi menghasilkan reaksi
b)  Suhu. Dengan suhu tinggi, partikel memiliki energy kinetic yang makin besar untuk melewati energi aktivasi dan terjadi reaksi
c)  Luas permukaan. Makin besar luas permukaan sentuh, makin banyak terjadi reaksi. (serbuk > lempengan > butiran )
d)  Katalis. Katalis memecah reaksi menjadi beberapa tahap, tapi kalau dijumlahkan energi aktivasinya malah lebih rendah

9.  Reaksi pembentukan gas AB melalui tahapan reaksi sebagai berikut :
A (g) + 2C (g) à AC2 (g) (LAMBAT)
AC2 (g) + B (g) à AB (g) + 2C (g) (CEPAT)
Dari data tersebut tentukan :
a.  Rumus laju reaksi
b.  Laju reaksi jika [A] dan [B] masing-masing dinaikkan 2 kali semula
Jawab :
a.  V = k [A] [B]2
b.  V = k [2] [2]2
  = 8 k

10.   Apakah yang dimaksud dengan orde reaksi ?

Jawab : orde reaksi adalah bilangan yang menyatakan pengaruh konsentrasi terhapa laju reaksi. Orde reaksi tidak bisa ditentukan secra teori, tapi harus dilakukan percobaan.

11.  Laju suatu reaksi dinotasikan sebagai :
        V = k [A] [B]2/3
Tentukan :
a.  Orde terhadap A
b.  Orde terhadap B
c.  Orde total
d.  Laju reaksi jika [A] dan [B] dinaikkan 4 kali


Jawab :
a.  Orde terhadap A adalah 1
b.  Orde terhadap B adalah 2/3
c.  Orde total adalah 1 + 2/3 = 5/3
d.  V = k [A] [B]2/3
  = k [4] [4] 2/3
   = k [4] [5,33]
  = 21,33 k

12.         Buatlah grafik dari persamaan laju reaksi dibawah ini :
a.  V = k [A]0 [B]
b.  V = k [A]0 [B]2
c.  V = k [A] [B]
Jawab :
a.  V = k [A]0 [B] berarti orde total = 0+1 = 1
http://1.bp.blogspot.com/_Wq8MvYVfPho/SzyBC7m_19I/AAAAAAAAAic/6h3a8yA-eCM/s320/orde1.gif













b.  V = k [A]0 [B]berarti orde total = 0+2= 2
http://3.bp.blogspot.com/_Wq8MvYVfPho/SzyFpNWszNI/AAAAAAAAAik/bq9hYrA9CMY/s320/ordo2.gif

c.  V = k [A] [B] berarti orde total = 1+1 = 2
http://3.bp.blogspot.com/_Wq8MvYVfPho/SzyFpNWszNI/AAAAAAAAAik/bq9hYrA9CMY/s320/ordo2.gif











13.         Diketahui reaksi :
     A (g) + B (g) à zat hasil
Jika [A] dinaikkan 4 kali dan [B] tetap, laju reaksinya menjadi 2 kali lebih cepat. Jika [A] dan [B] dinaikkan 4 kali, laju reaksinya menjasi 32 kali lebih cepat. Dari data tersebut, tentukan rumus laju reaksi !

A
B
V
4A
B
2V
4A
4B
32V

Jawab :
-   Percobaan 1 dan 2    - percobaan 2 dan 3
4x = 2                   4y = 16
X = ½                    y = 2

Jadi, rumus laju reaksinya adalah v = k [A] ½ [B] 2

14.         Laju reaksi : X (g) + Y (g) à zat hasil ditentukan oleh percobaan dibawah ini

No.
[X] M
[Y] M
Laju reaksi
1
0,01
0,01
1 x 10 -3
2
0,01
0,02
2 x 10 -3
3
0,02
0,04
8 x 10 -3

Dari data diatas, tentukan :
a.  Orde reaksi terhadap Y
b.  Orde reaksi terhadap X
c.  Orde total
d.  Rumus laju reaksi
e.  Laju reaksi jika [A] dan [B] masing-masing dinaikkan 8 kali

Jawab :
a.  Orde reaksi terhadap Y
Percobaan 1 dan 2
2 y = 2
Y = 1      jadi, orde reaksi terhadap Y adalah 1




b.  Orde reaksi terhadap X
Percobaan 2 dan 3
2x 2y = 4
2x = 4/2
2x = 2
X = 1           jadi, orde reaksi terhadap X adalah 1

c.  Orde total à x+y = 1 + 1 = 2
d.  Rumus laju reaksi à v = k [A] [B]
e.  Laju reaksi jika [A] dan [B] masing-masing dinaikkan 8 kali
   v = k [A] [B]
   v = k [8] [8]
   v = 64 k

15.         Dari reaksi : P (g) + Q (g) à zat hasil
Diperoleh data sebagai berikut :
No.
[P] M
[Q] M
Waktu reaksi
1
0, 1
0,1
80 detik
2
0,2
0,1
40 detik
3
0,4
0,2
5 detik

Tentukan :
a.  Orde reaksi terhadap P
b.  Orde reaksi terhadap Q
c.  Orde total
d.  Rumus laju reaksi
e.  Laju reaksi jika [A] dan [B] masing-masing dinaikkan 3 kali
Jawab :
a.  Orde reaksi terhadap P
Percobaan 1 dan 2
2 x = 1/40 : 1/80
2 x = 2
  X = 1      jadi, orde reaksi terhadap P adalah 1

b.  Orde reaksi terhadap Q
Percobaan 2 dan 3
[2]x [2]y = 1/5 : 1/40
2 y       = 8/2
2 y       = 4
Y         = 2
c.  Orde total à x + y = 1 + 2 = 3
d.  Rumus laju reaksi à v = k [P] [Q]2
e.  Laju reaksi jika [A] dan [B] masing-masing dinaikkan 3 kali
v = k [P] [Q]2
v = k [3] [3] 2
v = 27 k

16.         Dari reaksi kimia :
A (g) + B (g) + C (g) à D (g) + E (g)
Diperoleh data sebagai berikut :
[A] M
[B] M
[C] M
Laju reaksi
1,0
1,0
1,0
1,0 x 10 -2
1,0
1,0
0,5
2,5 x 10 -3
1,0
2,0
0,5
5,0 x 10 -3
2,0
2,0
1,0
4,0 x 10 -2
Tentukan :
a.  Orde reaksi terhadap A
b.  Orde reaksi terhadap B
c.  Orde reaksi terhadap C
d.  Orde total
e.  Rumus laju reaksi
Jawab :
a.  Orde reaksi terhadap C
Percobaan 1 dan 2
2z = 4
z  = 2          Orde reaksi terhadap C adalah 2

b.  Orde reaksi terhadap B
Percobaan 2 dan 3
2y = 2
y  = 1          Orde reaksi terhadap B adalah 1


c.  Orde reaksi terhadap A
Percobaan 2 dan 4
[2x] [2y] [2z] = 16
[2x] [21] [22] = 16
2x                    = 16/8
2x               = 2
x            = 1          Orde reaksi terhadap A adalah 1
d.  Orde total adalah x + y + z = 1 + 1 + 2 = 4
e.  Rumus laju reaksi adalah v = k [A] [B] [C]2
17.   Mengapa serbuk kalsium lebih cepat bereaksi dengan larutan HCL 1 M daripada bongkahan kalsium dengan massa yang sama ?

Jawab : karena serbuk kalsium memiliki luas permukaan sentuh yang lebih besar daripada bongkahan kalsium. Sehingga, makin banyak reaksi yang terjadi pada serbuk kalsium.
Serbuk > lempengan > butiran

18.   Tunjukkan contoh dalam kehidupan sehari-hari bahwa luas permukaan mempengaruhi laju reaksi !

Jawab : contoh luas permukaan mempengaruhi laju reaksi adalah pada reaksi Kalsium karbonat dan asam hidroklorida
Di labotarium, bubuk kalsium karbonat bereaksi lebih cepat dengan larutan asam hidroklorida dibandingkan dengan massa yang sama dalam bentuk pualam atau batu gamping.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/belajar_kfisika01/caco3hcleq.gif

19.    Pada suhu 300 C, reaksi :
    A (g) + B (g) à C (g) memiliki laju reaksi 3 M/detik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa setiap kenaikan 200 C, laju reaksi menjadi 3 kali lebih cepat. Tentukan laju reaksi pada suhu:
a.  500 C
b.  900 C

Jawab :
a)  V      = V0 ∆V (T2-T1) / ∆T
             = 3 M/detik 3 (50-30) / 20
             = 3 M/detik . 31
                     = 9 M/detik
b)  V     = V0 ∆V (T2-T1) / ∆T
      =  3 M/detik . 3 (90-30) / 20
      = 3 . 33
      = 3 . 27
      = 81 M/detik



20. Suatu larutan hidrogen peroksida dibiarkan terdekomposisi. Oksigen yang dihasilkan diukur tiap interval waktu. Setelah 5 menit, ditambahkan suatu zat padat berwarna hitam kedalam larutan, sehingga dihasilkan grafik berikut :

volum oksigen total
 







                                         Waktu (menit)
           5     10    15   20

a.  Tulis persamaan reaksi tersebut !
b.  Disebut apakah zat padat tersebut ?
c.  Apa yang terjadi setelah 15 menit ?
d.  Hitung volum maksimum oksigen yang dapat dihasilkan dari 1,7 g hidrogen peroksida bila diukur pada suhu dan tekanan kamar!
Jawab :
a.  Persamaan reaksinya adalah 2H202 (aq) à 2H2O (l) + O2 (g)
b.  Zat tersebut merupakan katalis karena mempercepat laju reaki
c.  Setelah 15 menit, tidak ada lagi oksigen yang bertambah dan reaksi telah selesai
d.  Pv = nRT               n H202 = massa/Mr
 V = nRT/P           n H202 = 1,7 g / 34 = 0,05 mol
 V = 0,05 x 0,083 x 25
           1
V H202 = 0,1 L

Pv   = nRT             
 V O2 = nRT/P
 V O2 = 0,025 . 0,083. 25  = 0,05 L
              1 





21. Tentukan waktu yang digunakan oleh suatu zat untuk bereaksi pada suhu 850 C, jika pada suhu 350 C zat itu bereaksi dalam waktu 32 detik, dan diketahui setiap kenaikan 100 C, laju reaksinya menjadi 2 kali lebih cepat !
Jawab : t = t0 1/∆V (T2-T1) / ∆T
               = 32 ½ (85-35) / 10
          = 32 . ½ 5
               = 32 . 1/32
          = 1 detik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Entri Populer

 

About Me

Foto Saya
Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Nama saya Anggun Purnama Edra, tapi saya lebih suka di panggil Anggun Edward. Sekarang saya udah kuliah di UGM jurusan teknik geologi, dulu saya merupakan siswa SMAN 1 Padang.Saya sangat suka blogging.

Add me on Facebook

Blogger news

Blogroll

100 Blog Indonesia Terbaik Yuk.Ngeblog.web.id Google PageRank Checker
Yuk.Ngeblog.web.id

Follow me on Twitter